Bulan Agustus merupakan moment penting bagi bangsa Indonesia , khususnya kalangan pemuda, hendaknya dipakai untuk koreksi diri, guna meningkatkan nasionalisme yang kini makin merosot. Penilaian itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adyaksa Dault dalam “Refleksi 64 tahun Kemerdekaan Indonesia”, di Gedung Aula Madya UIN Jakarta, Rabu (5/7). Ia mengatakan, sudah saatnya kaum muda di negeri ini bangkit membangun bangsa dan negara. “Tekad membangun bangsa dan negara dari para pejuang perlu diteruskan oleh kalangan pemuda, sehingga ke depan cita-cita luhur, adil, makmur dan sentosa dapat terwujud,” katanya. Saat ini, menurutnya kecenderungan nasionalisme kalangan pemuda merosot, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menumbuhkembangkan melalui penyuluhan yang berwawasan kebangsaan. Adyaksa mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan nasionalisme kalangan pemuda merosot antara lain, kesibukan mencari nafkah, kemiskinan, sumber daya manusia yang kurang memadai dan kurangnya rasa persatuan dan kesatuan. Dengan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta pentingnya menjaga keutuhan masyarakat dalam kerangka negara kesatuan RI, maka nasionalisme kalangan pemuda terus ditingkatkan meski membutuhkan waktu dan pengorbanan, katanya. “Tanpa pengorbanan, persatuan dan kesatuan serta meningkatkan wawasan kebangsaan, saya kira nasionalisme kalangan pemuda akan cenderung luntur, padahal generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa,” tambahnya. Ia menambahkan, ketidakpedulian kaum muda terhadap kebudayaan sendiri dan lebih menyenangi kebudayaan asing juga merupakan salah satu indikasi lunturnya nasionalisme. Bila kebudayaan telah dijajah oleh asing, maka lambat-laun pola pikir masyarakat dan kalangan muda yang nasionalismenya tidak kokoh akan mudah dipengaruhi pihak luar. Untuk itu, Adyaksa menghimbau kepada seluruh kaum muda untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan nasionalisme dengan terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa agar pihak luar tidak dapat menjajah kebudayaan negeri ini. “Saya mengajak kalangan muda untuk meningkatkan nasionalisme dan menjalin persahabatan lebih erat lagi guna membangun bangsa dan negeri ini demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik,” kata Adyaksa. Adyaksa juga mengatakan, generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa hendaknya mampu menyumbangkan pola pikir dan berkarya nyata dalam membangun bangsa dan negara. “Generasi muda harus memupuk jiwa nasionalisme dengan mencontoh para pejuang yang mempertaruhkan nyawa dan harta benda ketika berjuang melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan demi masa depan rakyat negeri ini,” katanya. ” Para kaum muda jangan hanya mengenang kegigihan jiwa patriotisme para pejuang dalam merebut kemerdekaan, tetapi kita harus terus mengobarkan semangat nasionalisme para pejuang yang telah menganugaerahi kemerdekaan untuk bangsa ini. Lihatlah perjuangan Bung Karno dan rekan rekannya dalam merebut kemerdekaan patut dicontoh, karena nasionalismenya tinggi,” kata Adyaksa mengakhiri pembicaraan. (Rita Z) source: http://hminews.com/kampus/nasionalisme-pemuda-makin-merosot/
Siapa tuh Ermi?
- Ermida Debita
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Halo, nama lengkap saya Ermida Debita. Teman-teman yang sudah dekat memanggil saya Ermi, kalau yang baru kenal biasanya Ermida. Saya lahir 12-12-96. Sekarang saya sedang merantau ke Bandung untuk sekolah, tepatnya di SMAN 5 Bandung. Doakan saya semoga perantauan saya tidak sia-sia dan diberkahi Allah ya! Aamiin.
Nasionalisme Pemuda Makin Merosot
Nasionalisme Pemuda Rendah, Masa Depan Bangsa Terancam
Masa depan bangsa Indonesia terancam suram akibat rendahnya rasa nasionalisme di kalangan pemuda. Kian tahun, momentum peringatan Sumpah Pemuda yang menjadi awal lahirnya nasionalisme dikalangan pemuda semakin diabaikan. Hanya sedikit kaum muda yang peduli , bahkan itu pun lebih bersifat ceremonial saja. Rasa kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme telah tergusur oleh budaya hura-hura yang menyesatkan. “Pemuda seharusnya menjadi pelopor dalam membangun semangat perjuangan, tetapi justru kenyataannya kini justru jatuh ke jurang materialisme yang tak terkontrol,” kata Ketua Umum PMII, Muhammad Bukrata kepada Hminews, Kamis(29/10) “Sangat sedikit kalangan pemuda yang menaruh perhatian pada masalah bangsa, karena mereka lebih tertarik pada kehidupan hedonis”, cetusnya ” Kita bisa melihat banyak pemuda yang tidak perduli dengan kondisi keterpurukan yang melanda bangsa ini,bahkan dengan mudah kita membiarkan kebudayaan bangsa kita diambil oleh bangsa lain, kalangan pemuda semestinya sadar, masa depan negara ini tergantung pada kita, apa jadinya negara ini jika kita tak peduli, tambahnya lagi dengan nada kecewa,” Bukrata mengajak berbagai kalangan pemuda untuk lebih memaknai sumpah pemuda dengan membangkitkan kembali nasionalisme sekaligus jiwa kepeloporan pemuda yang disertai dengan nilai-nilai agama. Menurutnya bangsa kita sangat membutuhkan generasi muda yang cerdas dan setia kepada bangsa dan negara. Selain itu, dia juga berpesan kepada seluruh aktivis pemuda dan mahasiswa agar benar-benar menjalankan komitmennya untuk menjaadi generasi penerus bangsa yang akan mencurahkan seluruh jiwa raganya untuk kemajuan bangsa dan negara. Sementara itu, Ahmad Husni, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI DIPO), menyatakan saat ini telah terjadi pergeseran nasionalisme. menurutnya pemuda Indonesia kurang memahami wawasan kebangsaan. Itu semua terjadi karena pemerintah tidak memberikan ruang gerak yang cukup kepada para pemuda. “Pemuda Indonesia masih cukup potensial untuk membangun bangsa ini, akan tetapi kita tidak diberikan kesempatan oleh pemerintah, saya berharap di moment peringatan sumpah pemuda ini, pemerintah mulai membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melestarika kembali nilai nasionalismem,” uja Husni. (Rita) source: http://hminews.com/news/nasionalisme-pemuda-rendah-masa-depan-bangsa-terancam/
Wonderful Indonesia Visit Indonesia
The Lost Atlantis Finally Found~ :) Everyone A-Yo, Visit Indonesia~~ :D
Contoh Hebat- Korea Selatan




Jika ditilik dari sejarah, pada tahun 1950 Korea Selatan termasuk negara miskin karena perekonomian negaranya hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sempat hancur gara-gara pendudukan Jepang pada tahun 1945 dan Perang Korea pada tahun 1950. Diawal tahun 1960-an, perekonomian bangsa Indonesia tidak jauh berbeda dengan Korea. Namun, pada saat sekarang Korea Selatan menjadi negara perdagangan terbesar ke-11 di dunia. Korea Selatan adalah contoh negara yang sukses dan berkembang sebagai anggota OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) dan berhasil melakukan swasembada pangan dan pengembangan pendidikan tinggi dalam waktu yang singkat. Industri nasional Korea Selatan adalah Industri Semen, tetapi tidak banyak hasil alam yang bisa diandalkan dari Korea Selatan karena langkanya sumber daya alam terutama komoditi pertanian. Ini dikarenakan Semenanjung Korea adalah wilayah yang memiliki musim dingin yang panjang dan tanah yang berbatu sehingga daratan ini tidak mudah ditanami oleh berbagai macam tanaman pangan. Kondisi yang demikian tidak menjadi penghalang bagi kemajuan perekonomian, pembangunan dan pendidikan di negara ini. Pada dekade 1960-an hingga 1980-an, kalangan pengusaha Korea telah membangun hubungan dagang dan membuka akses pasar ke negara-negara kawasan seperti Jepang, bahkan telah menyeberang ke Amerika dan Eropa. Kebijakan pemerintah untuk memberikan suku bunga bank yang rendah pada wirausahawan dalam negeri turut mendorong berkembangnya perekonomian mikro. Korea Selatan menjadi salah satu negara eksportir barang manufaktur berteknologi tinggi utama, mulai dari elektronik, mobil/bus, kapal, mesin-mesin, petrokimia hingga robotik. korporasi raksasa Samsung, LG, Hyundai-Kia, KB Financial Group, industry perkapalan dan SK. Bahkan, Burj Dubai, Gedung Tertinggi di dunia yang terdapat di Dubai, dibangun oleh Samsung Engineering & Construction Korea Selatan. Kapal penumpang terbesar di dunia bernama MS Oasis of the seas juga merupakan kapal yang dibuat oleh perusahaan Korea Selatan STX Europe.
Setelah perekonomian Korea Selatan mengalami kemajuan maka kualitas dan keterjangkauan bidang pendidikan ditingkatkan. Pemerintah memberi perhatian besar pada bidang pendidikan serta investasi agresif di kegiatan penelitian. Sebagai buktinya, pemerintah Korea Selatan menaikkan gaji guru sebesar dua kali lipat karena guru merpakan ujung tombak dan aktor vital dalam pengembangan dunia pendidikan. Pemerintah juga mengambil langkah-langkah ekspansif antara tahun 1960-an dan 1990-an guna memperluas akses pendidikan bagi segenap warga negara. Komitmen Pemerintah Korea Selatan terhadap pembangunan pendidikan tercermin pada public expenditure
Disamping faktor pendidikan, keberhasilan Korea Selatan dalam pembangunan dikaitkan dengan karakter bangsa. Tumbuhnya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pemerintahan yang relatif bersih, makroekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik jelas didukung oleh budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Selain “political will” pemerintah Korea Selatan yang tinggi terhadap pembangunan bangsanya, mentalitas rakyat Korea sudah terbentuk yaitu dengan mencintai negara, bangga dan cinta menggunakan produk lokal serta tidak konsumtif. Prinsip Negara Korea Selatan adalah “paling aman dan paling murah”, karakter bangsa yang sangat mengedepankan efisiensi jelas termanifestasi pada prinsip negara tersebut. Bagi rakyat Korea Selatan, krisis merupakan langkah awal dalam menuju gerbang kesuksesan. Krisis yang dalam bahasa Korea memiliki bunyi wi-qi, wiqi adalah kesempatan baru merupakan representasi simbol bahasa pada rakyat Korea Selatan bahwa krisis merupakan saat dimana suatu kesempatan baru muncul.
Bukti nyata dari karakter rakyat Korea Selatan yang begitu mencintai negaranya adalah lahirnya “gerakan emas”. Gerakan emas merupakan gerakan pengumpulan emas yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan. Pengumpulan emas senilai 25 Milyar US $ yang selanjutnya dijual ke luar negeri merupakan upaya bersama dalam mengatasi krisis keuangan di Korea Selatan. Bahkan, Prof. Yang menceritakan bahwa ibu kandungnya sendiri ikut menyumbang cincin emas pernikahan yang telah dimiliki selama puluhan tahun. Ketika Prof. Yang melarang keputusan ibunya tersebut karena berpendapat bahwa cincin emas itu bernilai sakral dan menjadi lambang dari kehadiran si ayah yang telah tiada, maka si ibu dengan lugas menjawab “negara harus diutamakan”. Pengorbanan yang diberikan rakyat kepada negara tentu dilatarbelakangi oleh besarnya rasa kepercayaan publik pada negara dan institusi negara. Hal ini tidak mengherankan, karena birokrasi dan pemerintahan Korea Selatan terkenal sangat bersih, tidak korup dan sangat efisien. Seperti yang diungkapkan oleh Rothstein dan Stolle bahwa negara dan institusi negara memiliki kapasitas untuk membangun kepercayaan publik. Kepercayaan publik menajdi sedemikian fundamental karena berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Di bidang politik, Korea Selatan menghadapi persoalan yang cukup rumit. Negara tetangganya di sebelah utara, Korea Utara, menjadi pemicu dari tekanan politik yang didapat Korea Selatan. Korea Utara dan Korea Selatan pernah bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Sempat terjadi perang diantara Korea Utara dan Korea Selatan pada tahun 1950 namun terjadi gencatan senjata pada tahun 1953. Hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara semakin tidak harmonis sejak Korea Utara memiliki misil nuklir dan melakukan beberapa kali tes misil. Tidak hanya Korea Selatan, negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Cina, Jepang, Rusia bahkan lembaga sebesar PBB menyerukan penghentian uji coba dan kepemilikan nuklir di Korea Utara. Namun, Korea Utara menafikkan seruan ini bahkan memanfaatkan kemampuan nuklirnya untuk berdiplomasi dengan negara lain terutama dengan Amerika Serikat. Pada tahun-tahun belakangan ini terjadi beberapa bencana yang mengakibatkan kelaparan massif di Korea Utara. Banjir besar yang terjadi pada tahun 2006 dan kegagalan panen yang melanda pada tahun 2009 menyebabkan berjuta-juta penduduk Korea Utara kelaparan. Terjadi penurunan jumlah bantuan internasional pada pertengahan 2009, karena Korea Utara dinilai melanggar kesepakatan larangan melakukan uji coba oleh nuklir. Polemik program nuklir Korea Utara tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa jutaan rakyat Korea Utara tengah diserang bencana kelaparan. Menyadari keadaan yang dilematis ini, Korea Selatan berkeinginan untuk mengirimkan bantuan makanan namun tekanan politik yang begitu kuat terutama dari Amerika Serikat menghambat political will pemerintah Korea Selatan tersebut. berupa besarnya jumlah anggaran pendidikan. artinya adalah waktu darurat dan
Pada akhirnya, kita dapat melihat Korea Selatan yang awalnya hanyalah negara pertanian tradisional paling miskin, sekarang negara ini bangkit dan menjadi negara industri modern. Pengalaman Korea Selatan dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dapat menjadi pijakan bagi Indonesia untuk belajar dan mengadopsi nilai sosial serta program kerja mereka bagi kemajuan bangsa. Korea Selatan merupakan bangsa yang menggunakan persoalan krisis ekonomi nasionalnya sebagai basis dan pemicu semangat untuk sebuah upaya perbaikan. Sangat menarik untuk mempelajari Korea Selatan dari perspektif ekonomi dan sosial.
http://www.map.ugm.ac.id/
Sedikit Mengenai Negaraku...





Globalisasi sudah menjadi kenyataan yang telah ada sejak lama, Percepatan globalisasi semakin nyata melalui perkembangan komunikasi data. Dalam globalisasi batas negara hampir tidak ada, perjanjian WTO mempertegas hal ini. Setiap negara anggota WTO akan menurunkan bea masuk tarif impor sehingga diharapkan ekonomi negara anggota akan berkembang sesuai spesialisasi produk masing-masing negara. Meskipun demikian pemain besar globalisasi adalah negara maju melalui koorporasi besar yang memiliki keunggulan politik, ekonomi dan teknologi.
Paradigma globalisasi pada hakekatnya adalah neo kolonialisme yang di perkirakan akan terjadi oleh salah seorang founding father Indonesia “Bung Karno”. Sejarah bangsa-bangsa maju yang nota bene adalah agresor atau penjajah yang telah menikmati hasil jajahan mereka di masa lalu sehingga mereka dapat menggunakannya pada kepentingan inovasi produk mereka. Bila dianalogikan negara maju dengan negara berkembang dalam globalisasi adalah pertempuran antara “David” dengan “Gooliath” sehingga kompetisi yang terjadi adalah kompetisi yang tidak adil sama sekali.
Globalisasi memang sudah diciptakan sejak lama oleh bangsa2 maju melalui pemberian hutang secara kontinu kepada negara yang memiliki kekayaan alam sehingga bangsa-bangsa ini menjadi tergantung pertumbuhan ekonominya kepada hutang. Para agen globalisasi membuat laporan-laporan yang bagus mengenai negara obyek, Bank dunia, IMF dan ADB merupakan kepanjangan tangan dari negara G7 yang menguasai ekonomi lebih dari 70 % di dunia.
Akibatnya adalah negara yang “Kaya” seperti halnya indonesia dibuat tidak berdaya akan hutang, masih ingat dalam ingatan kita bahwa dalam masa orde baru kita disebut-sebut macan asia, pertumbuhan ekonominya lebih dari rata-rata, infrastruktur pada saat itu dibangun dengan terencana, harga pangan murah, harga bahan bakar murah dsb. Tapi segala macam itu dibangun dengan hutang. Hal ini diperparah dengan praktek korupsi yang merajalela, dan apabila dampak hutang luar negeri terhadap ekonomi indonesia diambil sebagai penelitian disertasi ada hipotesa bahwa yang menjadi asset pembangunana yang bersumber dari hutang luar negeri hanya 50 % dan sisanya menguap kepada koruptor baik dalam maupun luar negeri.
Apabila kita bayangkan keuangan suatu negara ke dalam suatu perusahaaan, maka perusahaan layak diberi hutang apabila perbandingan antara equity dengan kewajibannya adalah lebih besar atau sama dengan satu. Artinya ekuitas dari suatu negara harus lebih besar daripada kewajibannya. Sebaliknya yang terjadi dengan Indonesia saat itu jumlah kewajiban dibandingkan dengan ekuitas jauh lebih besar, namun negara donor terus memberikan bantuan mengingat asset yang dimiliki bangsa kita sangat besar dan diyakini akan cukup untuk membayar hutang tsb.
Krisis moneter 1998 adalah cairnya puncak gunung es dari candu hutang yang dilakukan pemerintah orde baru, masih ingat dalam ingatan kita bagaimana mantan presiden soeharto terpaksa menandatangani perjanjian “obat mujarab” dengan IMF. Dengan bersila tangan Mr. Camdessus menyaksikan pak Harto menandatangani perjanjian obat mujarab itu. Padahal resep IMF bukanlah mujarab melainkan tambahan racun yang di buat untuk mendorong terjadinya gejolak di masyarakat sehingga timbul kerusuhan akibat akumulasi kekacauan ekonomi dengan ditutupnya 16 bank, kenaikan harga bbm, dicabutnya beberapa subsidi bahan pokok dsb.
Setelah pak Harto lengser kemudian reformasi digulirkan, banyak kemajuan dari segi ketatanegaraan bangsa kita yang kemudian menjadi salah satu bangsa besar demokrasi. Namun demikian sektor birokrasi dan hukum nyaris tidak berubah, motto kalau masih bisa dipersulit kenapa harus dipermudah masih menjadi paradigma birokrat sementara aparat hukum makin semrawut dengan keputusan hukumnya yang lebih berpihak kepada yang kuat secara politik dan ekonomi. Sudah capek rasanya kita melihat koruptor dihukum lebih rendah daripada maling kambuhan dan ini hanya terjadi dibumi yang kita cintai yang bernama Indonesia. Selain itu reformasi di anggap oleh sebagian besar rakyat hanyalah membawa kesulitan dimana harga bahan pokok mahal dan bbm tinggi, meskipun kondisi saat ini tidak dapat diputuskan dari kisah masa lalu bangsa penghutang ini.
(sedih... ingin sekali memajukan negara Indonesia! aku cinta negara ini, belajar belajar berdoa. semangat!!!)
http://mppijaya.wordpress.com/
Beda Antara Cinta, Sayang, Suka
Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit
Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau sukai, engkau hanya tersenyum saja
Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja
Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan."
Siapakah pencipta lagu kebangsaan Singapura?
Zubir Said (lahir di Bukittinggi, Indonesia, 22 Juli 1907 – meninggal di Singapura, 16 November 1987 pada umur 80 tahun) adalah seorang penggubah musik untuk film dan juga pencipta lagu kebangsaan Singapura, "Majulah Singapura". Ia dipercaya telah menggubah lebih kurang 1.000 buah lagu.
PESERTA PELATIHAN MEDIA CORP ASAL Indonesia terperangah dengan penjelasan Menteri Negara Senior Urusan Luar Negeri Singapura, Zainul Abidin Rasheed. Di tengah kunjungan peserta pelatihan ke Istana Kampong Gelam Singapura, Senin, Zainul yang berdiri di samping sebuah patung manusia menjelaskan asal-usul patung tersebut. Menurut Zainul, itulah patung Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang berasal dari Indonesia (Minang).
Kantor berita Antara, sayangnya tak menjelaskan bagaimana keterkejutan para peserta pelatihan asal Indonesia mendengar penjelasan Zainul itu kecuali hanya mengutip pernyataan Zainul. Menurut Zainul, Zubir Said telah memberikan kontribusi yang sangat berarti atau fundamental bagi Singapura yang didiami warga negara dari multi bangsa. Itu saja.
Bagi sebagian orang termasuk para peserta pelatihan itu, informasi Zainul mungkin memang mengejutkan meskipun berita itu sudah lama diketahui oleh sebagian yang lain. Dua tahun lalu, dalam acara yang sama yang juga mengundang peserta dari Indonesia, Zainul sebetulnya juga sudah menjelaskan hal serupa. Namun penjelasan Zainul tak terlalu menarik perhatian orang, rupanya, hingga muncul berita seperti di Antara pada 12 Mei 2008.
Siapa Zubir Said? Lahir di Bukit Tinggi pada 22 Juli 1907, Zubir adalah anak dari Mohamad Said bin Sanang. Zubir baru berusia 7 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Saudaranya berjumlah delapan; 3 laki-laki dan 5 perempuan. Sejak masa kanak, bakat Zubir bermain musik sudah terlihat ketika dia misalnya diketahui sangat piawai memainkan suling, gitar dan drum. Tak ada yang mengajari Zubir melainkan semuanya merupakakan bakat alam.
Sebelum merantau ke (pulau) Singapura pada 1928, Zubir diketahui pernah bersekolah di Belanda. Panggilan hatinya untuk bermusik, membuatnya meninggalkan Belanda meskipun pilihannya itu ditentang oleh sang ayah. Di Singapura, dia bergabung dengan Grup Bangsawan, sebuah kelompok opera yang para pemainnya berasal dari bangsa Melayu. Di kelompok itu Zubir tak bertahan lama, karena dia kemudian memutuskan bekerja untuk perusahaan rekaman His Master’s Voice pada 1936. Di perusahaan itulah, Zubir bertemu dengan Tarminah Kario Wikromo, perempuan Jawa yang dikenal sebagai penyanyi keroncong yang pada 1938 dipinangnya sebagai istri.
Zubir sebetulnya sempat pulang dan menetap kembali di Bukit Tinggi setelah menikah. Dia baru kembali ke Singapura pada 1941 dan terus menetap di sana hingga meninggal pada 1987. Masa kedua kehidupannya di Singapura, dia lewatkan dengan bekerja pada surat kabar Utusan Melayu sebagai fotografer dan penulis paruh waktu. Tujuannya semata agar dia punya kesempatan lebih banyak untuk bermain musik dan menuliskannya di surat kabar.
Karir musik Zubir mulai mentereng ketika pada 1957, untuk kali pertama karya musiknya dipentaskan untuk umum di Victoria Teater. Pada tahun berikutnya, Dewan Kota Singapura menetapkan salah satu komposisi Zubir sebagai lagu resmi kota Singapura. Lagu berjudul Majulah Singapura itulah yang belakangan kemudian ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Singapura ketika negara itu merdeka pada 9 Agustus 1965.
Sebelum kemerdekaan Singapura itu, Zubir sudah mencipta beberapa lagu termasuk untuk soundtrack film yang dibuat oleh Cathay Keris. Salah satu lagu yang dibuat Zubir untuk film Dang Anom bahkan memenangi penghargaan Festival Film Asia ke-9 di Seoul, Korea Selatan pada 1962. Beberapa komposer dan pengamat musik menilai karya Zubir sebagai lagu Melayu yang sebenarnya karena musiknya banyak berkaitan dengan sejarah dan nilai-nilai Melayu terutama Minang dan membangkitkan semangat kebangsaan pada 1950.
Sebelum penyakit kuning menderanya hingga dia meninggal pada 16 November 1987, Zubir diketahui telah membuat karya musik hingga 1.500 judul. Lagu-lagu itu belum seluruhnya dipublikasikan karena Zubir terlalu serius mengajar seniman-seniman muda tentang seni musik daripada mengurusi rekaman lagu-lagunya. Lagu-lagu ciptaan Zubir yang terkenal antara lain, Sang Rembulan, Sayang Disayang, Cinta, Selamat Berjumpa Lagi, Nasib Malang, Anak Daro, Setangkai Kembang Melati, dan Kumang dan Rama-Rama.
Sejak 2003, pemerintah Singapura merenovasi Istana Kampong Gelam. Itulah istana peninggalan Sultan Ali, anak Sultan Hussein Shah dari Kesultanan Johor-Riau, yang dibuat pada lebih kurang 167 tahun silam. Sebelum diresmikan sebagai museum dan dibuka untuk umum pada 4 Juni 2005, renovasi istana menelan Sin $ 17 juta. Zainul adalah wakil ketua Yayasan Warisan Malaysia yang antara lain membawahi Istana Kampong Gelam. Istana yang terletak di Taman Warisan Melayu Singapura itulah, antara lain dipajang patung Zubir Said.
Setiap tahun, Singapura mengundang para wartawan termasuk dari Indonesia untuk mengunjungi istana tersebut tapi rupanya wartawan dari Indonesia yang kali ini datang ke sana, baru kali ini tahu bahwa pencipta lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura adalah Zubir Said, orang Indonesia berdarah Minang. Belum ada penjelasan, apakah Zubir meninggal sebagai warga negara Singapura, atau tetap berkebangsaan Indonesia.
http://jonugroho.blogspot.com/
Barack obama pesan nasi goreng bali langsung dari amerika

Barack Obama Pesan Nasi Goreng Bali Langsung Dari Amerika, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama masih menyimpan rindu terhadap salah satu masakan Indonesia, nasi goreng. Untuk membayar kerinduan itu, Obama kemudian melakukan pesan antar khusus. Ia memesan nasi goreng langsung dari AS ke sebuah restoran di Bali. Wow!
"Presiden memiliki kerinduan khusus terhadap Indonesia dan sepertinya kehilangan sesuatu. Ia kemudian memutuskan untuk langsung menelepon sebuah restoran di Bali dan memesan makanan lokal," kata Juru Bicara Gedung Robert Gibbs, kepada Bali Times. Obama sudah pernah berkali-kali menyatakan kecintaannya pada nasi goreng. Bahkan hal ini sudah pernah ia sampaikan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Bagi presiden yang baru saja merampungkan UU Kesehatan ini, nasi goreng adalah makanan favoritnya selama tinggal di Jakarta selama 4 tahun ketika masih bocah. Hingga kini, ia mengaku masih menyukai makanan khas tanah air tersebut.
Lalu, restoran mana yang beruntung mendapat pesanan khusus dari Obama? Restoran bernama Ku De Ta tersebut berdomisili di Seminyak, Bali. Para pekerja dan koki setempat sempat kaget saat mendapatkan kabar bahwa salah satu pemesan makanan adalah orang nomor satu di AS.
"Kami sempat syok ketika sadar bahwa Obama masuk dalam antrean makanan," kata Clemence Harvey, juru bicara restoran Ku De Ta. "Kami bahkan lebih terkejut saat dia memesan 4 porsi nasi goreng dengan ekstra pedas," tambahnya.
Harvey menambahkan, Obama memesan dengan bahasa Indonesia. Lalu membayarnya dengan kartu kredit. "Memang agak sedikit kurang beraturan bahasanya, tapi kami mengerti apa yang dimaksud," lanjutnya.
Nasi goreng tersebut kemudian dibawa menggunakan tempat khusus yang mampu menghangatkan makanan hingga berjam-jam. Lalu, makanan tersebut diangkut oleh pesawat Air Force C-17 dari Bandara Ngurah Rai ke Washington untuk menempuh perjalanan selama 13 jam. Pesawat tersebut memang sudah berada di Bali untuk persiapan kedatangan Obama sejak Maret 2010.
Istri dan dua putri Obama ikut menikmati nasi goreng. Namun, tidak sampai habis karena porsinya yang cukup banyak."Kini kerinduan Obama terhadap masakan Indonesia sudah terpuaskan," tutup Gibbs.
http://blog.unsri.ac.id/
Kekayaan di Indonesia banyak ya??






Sesungguhnya, Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang kaya raya, makanya tak aneh bila Indonesia dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa. Potensi kekayaan alam Indonesia antara lain, kekayaan hutan, perkebunan, kelautan, BBM, emas dan barang-barang tambang lainnya.
Menurut data, Indonesia memiliki 60 ladang minyak (basins), 38 di antaranya telah dieksplorasi, dengan cadangan sekitar 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. Kapasitas produksinya hingga tahun 2000 baru sekitar 0,48 miliar barrel minyak dan 2,26 triliun TCF. Ini menunjukkan bahwa volume dan kapasitas BBM sebenarnya cukup besar dan sangat mampu mencukupi kebutuhan rakyat di dalam negeri (Sumber Data ; Walhi, 2004)
sayang sekali yaa...? karena itu, kita harus berusaha terus agar menjadi generasi penerus yang dapat memajukan bangsa dengan memanfaatkan semua kekayaan alam tersebut,,
Masjid Al-Aqsa dan Masjid Al-Shakhrah
banyak yang belum mengetahui masjid Al-Aqsa yang sesungguhnya, awal melihatnya, mungkin kita akan menyangka bahwa inilah masjid Al Aqsha. Masjid yang memiliki nilai sejarah yang begitu luar biasa ketika Rasulullaah SAW melaksanakan Isra Mi'raj;
DOME OF THE ROCK:
Namun sayang, ternyata banyak media yang sengaja (maaf) membodohi umat muslim agar mereka tak mengenali manakah yang sesungguhnya masjid Al Aqsha, agar mereka menyangka bahwa masjid Al Shakhrah مسجد قبة الصخرة (The Dome of The Rock) adalah masjid Al Aqsha yang masih berdiri kokoh. itu bertujuan agar kaum zionis dapat leluasa melemahkan pondasi mesjid al-Aqsa yang asli dan merubuhkannya. . .
Al-Aqsa:
Quote:
Inilah masjid Al Aqsha (المسجد الاقص)yang sesungguhnya. Hingga saat ini Zionis Yahudi membut terowongan-terowongan di dasar masjid Al Aqsha. Mereka bersembunyi dalam alasan hanya mencari sisa-sisa peninggalan sejarah mereka. Namun sayang, ternyata alasan yg sesungguhnya adalah agar masjid Al Aqsha segera roboh. Zionis yahudi mengklaim bahwa masjid Al Aqsha adalah bekas bangunan kuil Sulaiman yang kini tinggal bersisa sebuah dinding batu memanjang (tembok ratapan).
*berbagai sumber
dibalik kemerdekaan indonesia...


masih banyak anak bangsa (termaksud teman-temanku) ini yang mengatakan "Ngapain Sih Mendukung Palestina"
namun sebenarnya...
bu e: kalian tahu, “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia ternyata itu menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”
Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui.....kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina. Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku
"Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (Mufti besar Palestina) secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ Mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan Perang Dunia ke II) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.
Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di Lembaga Internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di Lembaga Internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut. Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih (tanda solidaritas) berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perjuangan kita.
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS